Inspirational journeys

Follow the stories of academics and their research expeditions

Adhan Chaniago: Perjalanan Inspiratif dari Anak Petani ke Panggung Nasional dan Internasional

Adhan Chaniago

Sat, 18 Apr 2026

Adhan Chaniago: Perjalanan Inspiratif dari Anak Petani ke Panggung Nasional dan Internasional

Adhan Chaniago, yang dikenal dalam kehidupan sehari-hari dengan nama panggungnya, memiliki nama asli Ramadhan Fitria. Ia lahir dari keluarga sederhana dengan latar belakang buruh tani. Ayahnya, Amir, berasal dari Suku Kampai, dan ibunya, Upik Uniang, dari Suku Chaniago. Kakeknya dari pihak ibu, yang akrab disapa Ajo, masih keturunan Pariaman. Ayah Adhan lahir pada tahun 1920 dan meskipun tidak menyelesaikan pendidikan di Sekolah Rakyat (SR), beliau ikut berjuang dalam peperangan melawan penjajah Belanda dan Jepang di Indonesia. Ibunya, lahir pada tahun 1943, juga tidak tamat SR pada zamannya. Sebagai anak bungsu dari tujuh bersaudara, Adhan tumbuh dengan melihat kerja keras orang tuanya yang menjual hasil rempah-rempah di sekitar rumah untuk membiayai pendidikan anak-anak mereka. Ibunya meninggal pada tahun 2004, disusul oleh ayahnya pada tahun 2016.

Perjalanan pendidikan Adhan dimulai dari TK Pertiwi Muaro Gambok, kemudian berlanjut ke SDN 13 Muaro Gambok, MTsN Sijunjung, dan MAN Palangki. Semangat belajarnya membawanya ke jenjang perguruan tinggi, di mana ia meraih gelar S1 di Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok dengan jurusan Pendidikan Biologi. Tidak berhenti di situ, Adhan melanjutkan studi S2 Manajemen Pendidikan Islam di UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Ia juga menempuh pendidikan di berbagai kampus lainnya, seperti S1 Ilmu Hukum di Universitas Islam Balitar, S2 Manajemen di STIE ABI Surabaya, dan S2 Manajemen Pendidikan Islam di STIT Pringsewu. Saat ini, ia tengah menempuh pendidikan S3 dalam Program Doktoral.

Aktivitas organisasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan Adhan sejak sekolah. Ia aktif di Bina Remaja Islam (BRI), Asalam Sijunjung, dan menjadi pengurus Remaja Masjid Agung Istiqlal Muaro Sijunjung. Di bangku kuliah, ia menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Biologi, anggota Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) FKIP dari Fraksi Biologi, anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, anggota Resimen Mahasiswa (Menwa), serta pendiri dan Ketua Racana Pramuka Profesor Muhammad Yamin. Dalam organisasi eksternal kampus, Adhan berperan sebagai Sekretaris Wilayah IKAHIMBI (Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia) Wilayah Kerja 1 Sumatera. Ia juga pernah menjadi asisten dosen untuk beberapa mata kuliah di UMMY Solok dan dipercaya sebagai Ketua Umum Alumni Pendidikan Biologi UMMY Solok.

Sambil menimba ilmu, Adhan tidak ragu untuk bekerja keras. Ia mengajar di berbagai sekolah, seperti MTs Muhammadiyah Sumani, SMAN 1 Kota Solok, dan MDTA Muhammadiyah Sumani. Selain itu, ia juga menjadi garin dan mengajar mengaji di Mushola Nurul Agung Bukit Kili Koto Baru Solok. Di MTs Muhammadiyah Sumani, perannya beragam mulai dari teknisi, operator, guru, hingga Kepala Tata Usaha. Berbagai pekerjaan lain pernah dijalaninya, termasuk menjadi tukang ojek, penjual aksesoris di Pasar Raya Solok, pegawai rumah makan (Ampera Sinai Koto Baru), karyawan toko listrik, karyawan warnet, dan berbagai pekerjaan serabutan lainnya.

Untuk mendukung karier dan pengembangan dirinya, Adhan aktif dalam berbagai organisasi profesi. Ia pernah menjadi pengurus FKDT Kecamatan X Koto Singkarak saat mengajar di MDTA dan menjadi pembina IGI Kabupaten Solok. Kariernya di Ikatan Guru Indonesia (IGI) terus menanjak hingga menjadi Sekretaris Wilayah IGI Provinsi Sumatera Barat dan menjabat dua periode sebagai pengurus pusat IGI, dengan posisi Sekretaris Ketua Harian dan anggota Bidang Pusdiklat PP IGI. Adhan juga mendirikan kanal pelatihan SAGUSATAL (Satu Guru Satu Buku Digital) di bawah naungan IGI, yang bertujuan mengajak guru Indonesia untuk membuat buku digital. Ia pernah menjabat sebagai Ketua JSDI (Jaringan Sekolah Digital Indonesia) DPD Kabupaten Solok dan Ketua Wilayah PTIC (Perkumpulan Teacherpreneur Indonesia Cerdas) Provinsi Sumatera Barat. Selain itu, ia aktif dalam organisasi AGUMAPI (Asosiasi Guru Madrasah Penulis Indonesia) dan anggota PGMI (Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia). Di tingkat internasional, Adhan dipercaya sebagai Ambassador Book Creator mewakili Indonesia.

Prestasi akademik dan profesional Adhan terus bersinar. Selama kuliah di UMMY Solok, ia meraih beasiswa PPA (Peningkatan Prestasi Akademik) selama beberapa semester dan mendapatkan dana Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) dari Kopertis dengan proposal usaha "Bakwan Hungaria". Ia dianugerahi penghargaan Aktivis Terbaik pada wisuda UMMY Solok dan lulus dengan predikat pujian.

Pada tahun 2022, Adhan menjadi finalis nasional Anugerah Bangga Buatan Indonesia (ABBI) dengan produk Herbavi. Ia juga meraih penghargaan sebagai LP3H Terbaik 1 dari BPJPH Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2022, Terbaik 3 tahun 2023, dan kembali masuk kategori terbaik tahun 2024. Dari Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, ia mendapatkan penghargaan sebagai Garda Wilayah Terbaik dalam Program Garda Transfumi KemenkopUKM tahun 2022. Adhan juga dianugerahi penghargaan nasional sebagai Penerbit Terbaik dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2023 dan 2024.

Dedikasinya dalam dunia pendidikan tercermin dari aktivitasnya mengisi pelatihan guru di berbagai daerah di Indonesia dalam bidang kepenulisan, media, dan teknologi informasi. Ia juga aktif memberikan pelatihan kepenulisan untuk dosen di berbagai perguruan tinggi. Sebagai instruktur dan trainer nasional di UMKM, Adhan fokus pada bidang halal, legalitas, keamanan pangan, digital marketing, dan lain sebagainya. Ia mendirikan beberapa penerbit, antara lain PT Insan Cendekia Mandiri, Penerbit Mitra Cendekia Media, dan Penerbit Sagusatal Indonesia. Selain itu, Adhan juga mendirikan Yayasan Pendidikan Mutiara Al-Aziz, Yayasan Dauroh Herba Nusantara, dan Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim, yang bergerak di bidang penerbitan, pendidikan (TK, SD, SMP, SMA, LKP, LPK, PKBM), majelis taklim, inkubator bisnis, dan bidang lainnya. Ia telah mengantongi berbagai sertifikat kompetensi dari BNSP untuk berbagai disiplin ilmu.

Sebagai tokoh multitalenta dengan beragam keahlian, Adhan Chaniago membuktikan bahwa latar belakang sederhana bukanlah halangan untuk mencapai prestasi gemilang di tingkat nasional dan internasional. Dengan kegigihan dan kerja keras, ia berhasil mengubah nasibnya dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Adhan meyakini bahwa nasib bukanlah sesuatu yang tetap, melainkan dapat diubah dengan mengoptimalkan potensi diri dan berusaha tanpa henti.

0 Comments

Leave a comment